Selasa, 10 Mei 2011

“Training Center UIN Alauddin Makassar, Kegiatan Mahasiswa dan Security”

Dari segi arsitektur bangunan yang mengadopsi gaya bangunan ala Timur Tengah ini membuat TC (Training Center) menjadi elok dipandang semua orang yang pernah melihatnya. Mulai dari bangunan fisiknya sampai pada pasilitas yang merupakan pendukungnya, seperti Taman yang sekaligus dijadikan tempat parkir, Lampu-lampu taman, Air mancur, danau yang terletak di belakangnya etc.
Seperti hari-hari sebelumnya  pelataran TC ramai dipadati oleh orang dari segala propesi, ada yang lari-lari sore, ada yang bermain bola, dan bermain bulu tangkis. Mahasiswa yang memiliki organda tak ketinggalan memanfaatkan pelataran TC untuk kajian bersama. Muda-mudi dari  luar kampuspun sangat menyukai tempat ini walupun hanya sekedar bercanda  dengan pacarnya.
Pelataran TC  juga menjadi tempat latihan bagi UKM, terutama Taekwondo, Black Panther, dan Tapak Suci, Mereka memiliki jadwal masing-masing dalam memanfaatkan pelataran TC ini untuk kegiatan mereka. Untuk UKM mereka memilih bagian kanan depan pelataran TC untuk latihan karena tempatnya luas, sehingga memungkinkan untuk ditempati memasang matras. Sementara mahasiswa yang sering kajian mereka lebih memilih taman yang berumput atau bundaran air mancur, yang lainnya menyesuaikan area mana yang kosong.
Kesibukan di pelataran TC biasanya mulai terlihat sekitar jam 03:30 pm (Ba’dah Ashar) sampai larut malampun terkadang masih ada orang nongkrong di sana. Hal ini terkadang membuat pengamanan kampus merasa risih akibat ulah dari orang-orang sering masuk ke pelataran TC. Ini dikarenakan seringnya terjadi  perusakan pasilitas yang ada di sekitar TC, tarolah sebagai contoh banyaknya lampu taman yang pecah akibat terkena bola kaki, banyaknya rumput yang mati karena sering diduduki, dll.  
Tapi tadi sore aku melihat hal yang lain daripada yang lain terjadi di sekitar TC, beberapa orang pengamanan kampus mendatangi sekelompok orang yang sedang asik bermain bola dan memarahinya bahkan mengusirnya dari temapat itu. Karena diantara mereka ada yang melawan sehingga memancing emosi pengamanan kampus untuk bertindak “tegas”. Ini tidak tanggung-tanggung mereka bahkan ada yang mencabut parang yang di bawanya dan memburu mereka yang ada di sana, kondisi ini membuat orang di area itu lari kocar-kacir sampai ada yang harus loncat pagar untuk keluar dari area TC. Ini adalah hal yang sangat ganjil buat saya katanya kampus Islami, tapi kenapa perilaku pengamanannya tidak mencerminkan nilai-nilai Islami sedikitpun. Tidak seharusnya menertibkan orang dengan mencabut parang segala, masih bisa menggunakan cara yang lebih sopan  dan bermoral.
Ini dilatarbelakangi oleh wawasan pengamanan kampus yang sangat kurang, betapa tidak kebanyakan dari pengamanan yang ada adalah preman yang hanya di training sebentar lantas diberi seragam Security.




                                                            Kandang 05 05 2011 Pukul 16:15 pm

2 komentar: